Prasasti

Prasasti Watu Gong, Rambipuji: Sebuah Peninggalan Sejarah Masa Hindu-Buddha tertua di Jember

Prasasti Watu Gong merupakan salah satu peninggalan sejarah yang berharga di Jember, Jawa Timur. Prasasti ini memiliki keunikan tersendiri karena disinyalir merupakan prasasti tertua di Jawa Timur dan memberikan wawasan tentang masa lalu wilayah tersebut. Prasasti Watu Gong terletak di Dusun Kaliputih, Desa Rambipuji, Kecamatan Rambipuji, Jember. Prasasti ini terbuat dari batu andesit yang ditulis dalam huruf Pallawa dan berbahasa sansekerta yang merupakan salah satu aksara kuno yang digunakan di Jawa pada masa lalu.

Bentuk prasasti ini hampir segi empat dan bagian atas terdapat tonjolan berbentuk bulat dengan panjang 218 cm, lebar 180 cm dengan tinggi 120 cm.
Pada satu sisi hidungnya terdapat sebuah tulisan beraksara “Pallawa “ dengan bahasa Sansekerta. Tulisan ini pernah di baca oleh W.F. Stutterheim pada tahun 1933 di dalam artikel berjudul “ Oudeidkundige Aantekeningen “, BKI 95. Tulisan ini berbunyi “ Parvteswara “ yang berarti Dewa atau raja Gunung dan diperkirakan abad ke 7 dan 8 masehi. Prasasti ini memiliki kemiripan dengan aksara ta dan ra dengan prasasti Tuk Mas (650 M) dan prasasti Canggal (732 M).

Menurut hasil penelitian Dr. Willem F. Stutterheim, diduga tonjolan pada prasasti sebagai Lingga. Kajian arkeologis dan perbandingan aksara yang dilakukan Dr. W.F. Stutterheim menyatakan keberadaan batu gong berasal dari masa sebelum Majapahit lahir. Diperkirakan asal zaman keberadaan Prasasti Batu Gong lebih tua dari Kerajaan Majapahit. Tonjolan dalam batu itu, oleh Dr. W.F. Stutterheim, ditafsirkan sebagai sisa kerucut yang awalnya adalah sebuah Lingga(pasangan dari Yoni menurut mitos Hindu Syiwa) yang dipotong seperti memotong nasi tumpeng.

Keterangan tentang siapa yang membuat atau meletakkan batu tersebut di lokasi ini masih belum dapat dipastikan karena belum ada sumber yang komprehensif dan valid tentang asal-usul Batu Gong. Baik dalam literatur lama yang sudah dipublikasi oleh para ahli, khususnya para sejarawan Belanda yang banyak melakukan kajian dan penelitian.

Penemuan Prasasti Batu Gong menunjukkan bahwa pada abad V atau VII Masehi di sekitar tempat ini sudah terdapat pemukiman (settlement) yang relatif ramai. Prasasti Watu Gong memiliki makna penting bagi masyarakat setempat. Selain sebagai bukti sejarah keberadaan kerajaan Hindu-Buddha di Jember, prasasti ini juga menjadi simbol identitas budaya dan sejarah bagi masyarakat Jember. Prasasti ini menjadi saksi bisu perjalanan waktu dan menjadi pengingat akan warisan budaya yang perlu dilestarikan.

Daftar referensi:

Amran, R., Soewardi, H., & Suryowidodo, D. (2018). Prasasti Jember “Watu Gong”. Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nusantara, 2(2), 49-58.
Asy’ari, A. (2014). Prasasti Watu Gong di Jember sebagai Sumber Sejarah Kerajaan Jenggala. Jurnal Pancasila dan Kebudayaan, 2(2), 151-164.
Suryanto, T. (2016). Prasasti Watu Gong: Simbol Identitas Sejarah Budaya Masyarakat Jember. Suhuf, 9(1), 89-103.
Wicaksono, A. (2013). Sejarah Prasasti Watu Gong Jember. Abdi Dalem, 9(2), 62-70.

Scroll to Top